BERITA

Berita seputar kegiatan Indeks Daya Saing Daerah diharapkan menjadi salah satu dasar utama penyusunan dan penetapan kebijakan nasional maupun daerah yang mendorong sinergi program antar sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kepemimpinan daerah yang inovatif

Rapat Kerja Pembaharuan Indikator Indeks Daya Saing Daerah Tahun 2020

Tayang : 30/04/2020 00:00:00
Dikunjungi : 527x

“Kebijakan yang diterapkan Pemerintah terkait bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tengah Pandemi Covid-19 tidak melunturkan semangat Kemenristek/BRIN melalui Direktorat Sistem Inovasi, Deputi Penguatan Inovasi melakukan Rapat koordinasi terkait Indeks Daya Saing Daerah pada hari Kamis (30/04/2020). Rapat koordinasi dilakukan secara daring (conference) antara Kemenristek dan perwakilan BAPPEDA/BAPPEDALITBANG seluruh Indonesia yang terdiri dari 4 Provinsi, 4 Kabupaten dan 3 Kota yang dianggap aktif memberi masukan terhadap metodologi dan variabel Pengukuran Indeks Daya Saing Daerah di Indonesia.

Rapat tersebut dibuka oleh Prof. Dr. Paulina Panen, M.L.s selaku Plt. Direktur Direktorat Sistem Inovasi, Deputi Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN. Memperhatikan betapa pentingnya daya saing, maka daya saing tersebut menjadi tiga prioritas penting dari sembilan visi, misi, dan program aksi Presiden Joko Widodo yang dikenal dengan sebutan Nawacita. Tiga prioritas yang terkait dengan daya saing adalah (1) meningkatkan kualitas hidup manusia; (2) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional; dan (3) mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Adapun tujuan pertemuan yaitu untuk membahas atau memberikan masukan terhadap draft kuesioner pengukuran IDSD wave ke 4 tahun 2020. Sebelumnya peserta rapat telah telah dibagikan draft kuesioner oleh Kemenristek kepada perwakilan  Provinsi/ Kabupaten/kota yang diundang untuk dipelajari terlebih dahulu. Terdapat dua hal penting tema yang dibahas dalam diskusi yaitu: 1).  Konsistensi pertanyaan dengan jawaban dalam kuesioner; 2). Kesulitan atau kendala mencari data

Model pengukuran IDSD yang bertujuan untuk:

  1. Memetakan tingkat indeks daya saing di setiap daerah baik provinsi, kabupaten maupun kota yang merupakan bagian dari upaya mendukung kemandirian dan daya saing bangsa.
  2. IDSD akan menjadi bahan dalam perumusan, penetapan, evaluasi dan monitoring kebijakan, serta program dan kegiatan pembangunan daerah.
  3. IDSD juga akan menjadi alat untuk  harmonisasi berbagai kebijakan program baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Pertemuan yang dipimpin oleh Dr. Muhamad Amin, selaku Kepala Sub Direktorat Sistem Informasi dan Desiminasi Inovasi tersebut difokuskan untuk memperoleh masukan terhadap data indikator sehingga terjadi pembaharuan atau penyesuaian pada indikator indeks daya saing daerah dan memastikan ketersediaan data untuk dapat diinput ke dalam Aplikasi Pengisian indikator Indeks Daya Saing Daerah Tahun 2020. Kemenristek/BRIN terus berupaya akan terus sinkronisasi dengan lembaga – lembaga lainnya seperti Kemendagri yang mengukur indeks inovasi daerah. Dan disampaikan pula bahwa hasil pengukuran indeks daya saing akan digunakan sebagai salah satu masukan bagi penyusunan pembangunan nasional. Sementara berkaitan dengan kompetisi/penghargaan Budhi Praja atau Budhi Pura indeks ini digunakan untuk menentukan calon finalis yang akan melalui proses wawancara pimpinan daerah. Pengharaan akhir biasanya ditentukan oleh penilaian terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menndorong peningkatan indeks daya saing tersebut.

 (DRZ)